Kredit barang tanpa riba di SyarQ

Surat Al-Furqan Ayat 35

وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ وَجَعَلْنَا مَعَهُ أَخَاهُ هَارُونَ وَزِيرًا



Dan sesungguhnya kami telah memberikan Al Kitab (Taurat) kepada Musa dan Kami telah menjadikan Harun saudaranya, menyertai dia sebagai wazir (pembantu).

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin Segera Bisa? Klik disini Sekarang!

(Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Musa kitab) Taurat (dan Kami telah menjadikan Harun saudaranya, menyertai dia sebagai wazir) yang membantunya di dalam menyampaikan tugas risalahnya.

Nabi Muhammad saw. dihibur dengan peristiwa-peristiwa yang pernah dialami para rasul terdahulu. Sesungguhnya Kami telah menurunkan Tawrât kepada Mûsâ. Kami tugasi ia untuk menyampaikan risalah Kami. Dan Kami perkuat ia dengan menjadikan Hârûn, saudaranya, sebagai pembantu yang akan menolongnya.

Anda harus untuk dapat menambahkan tafsir

Admin

Submit : 2015-04-01 02:13:32
Link sumber: http://tafsir.web.id/

Di ayat selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan sekilas kisah-kisah umat-umat terdahulu yang binasa yang sudah disebutkan secara panjang lebar di ayat yang lain untuk memperingatkan manusia agar mereka berhenti dari mendustakan Rasul mereka sehingga mereka akan tertimpa musibah seperti yang menimpa kaum-kaum yang binasa tersebut yang tidak jauh dari mereka dan mereka telah mengetahui kisahnya karena sudah masyhur, bahkan di antara mereka ada yang menyaksikan jejak peninggalan mereka dengan mata kepala seperti kaum Shalih di Hijr dan negeri yang telah dihujani dengan hujan batu. Mereka melewatinya dalam safar mereka, dan lagi umat-umat terdahulu tidaklah lebih buruk dari mereka (orang-orang kafir Quraisy), sedang rasul-rasul itu tidaklah lebih baik dari Rasul mereka (Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam). Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman, “Apakah orang-orang kafirmu (hai kaum musyrikin) lebih baik dari mereka itu, atau apakah kamu telah mempunyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam Kitab-Kitab yang dahulu.” (Terj. Al Qamar: 43). Akan tetapi yang menghalangi mereka beriman padahal mereka menyaksikan ayat-ayat yang menunjukkan kebenarannya adalah karena mereka tidak berharap kebangkitan, tidak berharap bertemu dengan Tuhan mereka serta tidak takut terhadap siksa-Nya sebagaimana yang diterangkan dalam ayat 40 surah ini. Oleh karena itu, mereka masih tetap di atas sikap membangkang, padahal telah datang kepada mereka ayat-ayat yang tidak menyisakan keraguan, syubat, kemusykilan dan kebimbangan.