Kredit barang tanpa riba di SyarQ

Surat Asy-Syu'ara' Ayat 189

فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَهُمْ عَذَابُ يَوْمِ الظُّلَّةِ ۚ إِنَّهُ كَانَ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ



Kemudian mereka mendustakan Syu'aib, lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan. Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar.

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin Segera Bisa? Klik disini Sekarang!

(Kemudian mereka mendustakan Syuaib, lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan) yakni awan yang menaungi mereka sesudah hari yang panas sekali, kemudian awan itu menurunkan hujan api kepada mereka sehingga terbakarlah mereka semuanya (sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar).

Akan tetapi, mereka tetap bersikukuh mendustakan Syu'ayb. Lalu Allah menurunkan kepada mereka cuaca yang sangat panas, sehingga membuat mereka berlarian tanpa membawa naungan apa-apa. Tatkala mereka semua berkumpul di bawah naungan awan, Allah menimpakan kepada mereka gumpalan-gumpalan api. Mereka pun binasa di hari yang luar biasa dahsyat itu.

Anda harus untuk dapat menambahkan tafsir

Admin

Submit : 2015-04-01 02:13:32
Link sumber: http://tafsir.web.id/

Sikap mendustakan telah melekat dalam diri mereka dan kekafiran telah menjadi kebiasaan mereka, di mana ayat-ayat dan nasehat sudah tidak lagi bermanfaat, sehingga tidak ada cara lain yang dapat menghentikan sikap mereka selain diberikan hukuman.

Ibnu Katsir berkata, “Ini termasuk jenis (azab) yang mereka minta, yaitu ditimpakan kepada mereka gumpalan (dari langit). Allah Subhaanahu wa Ta'aala menjadikan hukuman mereka dengan menimpakan panas yang tinggi selama tujuh hari, di mana mereka tidak terlindungi oleh sesuatu apa pun, lalu sebuah awan datang kepada mereka dan menaungi mereka, kemudian mereka pergi ke naungan itu dan berlindung di bawah naungan itu dari panas yang mereka rasakan. Ketika mereka semua telah berkumpul di bawahnya, maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengirimkan kepada mereka percikan api, gejolaknya dan sinar yang sangat terang, lalu bumi mengguncang mereka, kemudian datang kepada mereka suara keras yang membuat ruh-ruh mereka keluar (mati). Oleh karena itu, Dia berfirman, “Sungguh, itulah azab pada hari yang dahsyat.” Qatadah berkata, “Ubaidullah bin Umar radhiyallahu 'anhu berkata, “Sesungguhnya Allah mengirimkan kepada mereka panas selama tujuh hari, sampai-sampai tidak ada sesuatu pun yang melindungi mereka darinya, kemudian Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengadakan untuk mereka sebuah awan, lalu salah seorang di antara mereka pergi kepadanya dan bernaung dengannya, ia merasakan kesejukan dan rasa santai di bawahnya, kemudian ia memberitahukan kepada kaumnya, lalu mereka semua mendatanginya dan bernaung di bawahnya, kemudian dinyalakan api kepada mereka.” Abdurrahman bin Zaid bin Aslam berkata, “Allah mengirimkan kepada mereka naungan, sehingga ketika mereka telah berkumpul (di bawahnya), maka Allah singkirkan naungan itu, lalu sinar matahari dipanaskan kepada mereka, kemudian mereka terbakar sebagaimana belalang terbakar dalam penggorengan.” Muhammad bin Jarir berkata: Dari Yazid Al Bahiliy, (ia berkata), “Aku bertanya kepada Ibnu Abbas tentang ayat ini, “lalu mereka ditimpa azab pada hari yang gelap” maka Beliau menjawab, “Allah mengirimkan kepada mereka guruh dan panas yang tinggi, lalu menimpa nafas mereka, kemudian mereka keluar dari rumah ke lapangan, lalu Allah mengirimkan awan kepada mereka dan menaungi mereka dari panas matahari. Mereka pun merasakan dingin dan kesejukannya, lalu sebagian mereka memanggil (memberitahukan) yang lain, sehingga ketika mereka telah berkumpul di bawah naungan itu, maka Allah mengirimkan api kepada mereka.” Ibnu Abbas melanjutkan, “Itu adalah azab pada hari yang gelap. Itu adalah azab hari yang besar.”

Mereka tidak akan kembali lagi ke dunia untuk memperbaiki amal mereka dan mereka akan diazab selama-lamanya, nas’alullahas salaamah wal ‘aafiyah.