Kredit barang tanpa riba di SyarQ

Surat Az-Zumar Ayat 17

وَالَّذِينَ اجْتَنَبُوا الطَّاغُوتَ أَنْ يَعْبُدُوهَا وَأَنَابُوا إِلَى اللَّهِ لَهُمُ الْبُشْرَىٰ ۚ فَبَشِّرْ عِبَادِ



Dan orang-orang yang menjauhi thaghut (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah, bagi mereka berita gembira; sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba-hamba-Ku,

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin Segera Bisa? Klik disini Sekarang!

(Dan orang-orang yang menjauhi thaghut) yakni berhala-berhala (yaitu tidak menyembahnya dan kembali) menghadap (kepada Allah, bagi mereka berita gembira) yaitu mendapatkan surga (sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba-hamba-Ku).

Dan orang-orang yang menjauhi patung-patung dan setan-setan, lalu kembali kepada Allah dalam segala urusan mereka, akan memperoleh kabar gembira di segala tempat. Maka, berilah kabar gembira kepada hamba-hamba-Ku yang mendengarkan omongan lalu mengikuti omongan yang terbaik dan lebih membawa ke arah kebenaran. Merekalah, bukan yang lain, yang akan ditunjuki Allah untuk mendapat hidayah. Dan merekalah orang-orang yang memiliki pikiran yang cemerlang.

Anda harus untuk dapat menambahkan tafsir

Admin

Submit : 2015-04-01 02:13:32
Link sumber: http://tafsir.web.id/

Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan keadaan orang-orang yang berdosa, maka Dia menyebutkan keadaan orang-orang yang kembali kepada Allah dan balasan bagi mereka.

Thaghut ialah setan dan apa saja yang disembah selain Allah Subhaanahu wa Ta'aala.

Dengan beribadah kepada-Nya dan berbuat ikhlas di dalamnya. Dengan demikian, mereka beralih dari syirk menuju tauhid, dari maksiat menuju taat, dan dari bid’ah menuju Sunnah.

Yang tidak dapat diukur dan diketahui sifatnya karena demikian besar. Berita gembira ini mencakup berita gembira di dunia seperti pujian yang baik, mimpi yang baik, perhatian dari Allah yang mereka lihat di sela-sela hidup mereka, bahwa Dia bermaksud memuliakan mereka di dunia dan akhirat. Mereka juga memperleh berita gembira di akhirat, yaitu ketika mati, ketika di kubur, ketika pada hari Kiamat dan diakhiri dengan berita gembira oleh Tuhan Yang Maha Pemurah, yaitu selalu mendapatkan keridhaan-Nya, kebaikan-Nya, ihsan-Nya dan memperoleh keamanan dari-Nya di surga. Ya Allah, berikanlah yang demikian itu kepada kami, sesungguhnya kami membutuhkannya.

Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitahukan bahwa bagi mereka berita gembira, maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala memerintahkan Nabi-Nya untuk menyampaikan berita gembira itu dan menyebutkan sifat orang yang mendapat berita gembira itu. Dalam ayat ini terdapat anjuran memberikan berita gembira kepada orang-orang mukmin.