Ingin Punya Al-Qur'an dengan NAMA ANDA Terukir di Covernya?

Surat Hud Ayat 27

فَقَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِ مَا نَرَاكَ إِلَّا بَشَرًا مِثْلَنَا وَمَا نَرَاكَ اتَّبَعَكَ إِلَّا الَّذِينَ هُمْ أَرَاذِلُنَا بَادِيَ الرَّأْيِ وَمَا نَرَىٰ لَكُمْ عَلَيْنَا مِنْ فَضْلٍ بَلْ نَظُنُّكُمْ كَاذِبِينَ



Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya: "Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apapun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta".

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin Segera Bisa? Klik disini Sekarang!

(Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya,) mereka adalah terdiri dari orang-orang terhormat kaumnya ("Kami tidak melihat kamu melainkan sebagai manusia biasa seperti kami) tidak ada kelebihan bagimu atas diri kami (dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina-dina di antara kami) yaitu orang-orang yang rendah di antara kami, seperti tukang tambal pakaian dan tukang sol sepatu (yang lekas percaya saja) dapat dibaca baadiya dan baadia yang artinya, mereka lekas percaya kepadamu tanpa berpikir lebih matang lagi. Lafal ini dinashabkan karena menjadi zharaf yang artinya, mereka terus percaya dengan begitu saja (dan kami tidak melihat kalian memiliki suatu kelebihan apa pun atas kami) sehingga karena kelebihan itulah kalian berhak untuk diikuti daripada kami (bahkan kami yakin bahwa kalian adalah orang-orang yang dusta") dalam pengakuan risalah yang kalian bawa. Dalam hal ini mereka mengikut sertakan sebutan Nabi Nuh beserta kaum yang mengikutinya.

Para pembesar kaumnya berkata, "Kami tidak melihatmu kecuali sebagai manusia biasa seperti halnya kami. Tidak ada keistimewaan dan keutamaan pada dirimu sehingga kamu pantas mengajak kami untuk mempercayai bahwa kamu adalah utusan Allah. Kami pun tidak melihat pengikut-pengikutmu melainkan berasal dari tingkatan sosial yang lebih rendah dari kami. Kalian semua tidak lebih terhormat dibanding kami. Bahkan kami yakin bahwa semua yang kalian katakan itu adalah dusta belaka."

Anda harus untuk dapat menambahkan tafsir

Admin

Submit : 2015-04-01 02:13:31
Link sumber: http://tafsir.web.id/

Menurut mereka, keadaan sebagai manusia merupakan penghalang bagi mereka untuk mengikutinya, padahal sesungguhnya rasul itu harus dari kalangan manusia agar orang lain dapat menimba ilmu darinya, mudah untuk bertanya-tanya serta dapat mengikutinya, berbeda jika dari kalangan malaikat.

Padahal sesungguhnya merekalah orang-orang yang mulia dan menggunakan akalnya, sebaliknya para pemuka itulah orang-orang yang hina dan kurang akal karena mengikuti setan yang durhaka, menjadikan tuhan dari batu dan pohon yang keadaannya lebih lemah dari mereka, di mana mereka mendekatkan diri dan sujud kepadanya. Siapakah yang lebih hina dan kurang akal dari orang yang seperti ini keadaannya?

Kebenaran yang jelas memang harus segera diterima tanpa perlu ditunda, berbeda jika perkaranya masih samar yang butuh pemikiran yang dalam.

Yang mengharuskan kami mengikutimu.

Dalam pengakuan sebagai rasul. Padahal sesungguhnya mereka yang berdusta, karena mereka telah melihat ayat-ayat yang menunjukkan kebenaran Nabi Nuh ‘alaihis salam.