Surat Al-Hajj Ayat 55

وَلَا يَزَالُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي مِرْيَةٍ مِنْهُ حَتَّىٰ تَأْتِيَهُمُ السَّاعَةُ بَغْتَةً أَوْ يَأْتِيَهُمْ عَذَابُ يَوْمٍ عَقِيمٍ



Dan senantiasalah orang-orang kafir itu berada dalam keragu-raguan terhadap Al Quran, hingga datang kepada mereka saat (kematiannya) dengan tiba-tiba atau datang kepada mereka azab hari kiamat.

Ingin rezeki berlimpah dengan berkah? Ketahui rahasianya dengan Klik disini!

(Dan senantiasalah orang-orang kafir itu berada dalam keragu-raguan) tidak percaya (terhadap Alquran) disebabkan apa-apa yang diembuskan oleh setan melalui lisan Nabi, kemudian hal itu dibatalkan (hingga datang kepada mereka saat ajalnya dengan tiba-tiba) saat kematian mereka, atau yang dimaksud adalah hari kiamat yang datang secara mendadak (atau datang kepada mereka azab hari kiamat) yaitu perang Badar, yang di dalam perang itu tiada kebaikan sedikit pun bagi orang-orang kafir; keadaan pada hari itu diserupakan bagaikan angin kering yang tidak membawa kebaikan sedikit pun. Atau makna yang dimaksud adalah azab hari kiamat, yaitu hari yang tidak ada malam hari lagi sesudahnya.

Orang-orang yang ingkar tidak berhasil menemukan kepastian, dan terus meragukan al-Qur'ân hingga mati atau didatangi azab hari kiamat yang tidak memberikan kasih sayang kepada mereka.

Anda harus untuk dapat menambahkan tafsir

Admin

Submit : 2015-04-01 02:13:31
Link sumber: http://tafsir.web.id/

Ada yang mengartikan “‘Adzaabu yaumin ‘aqiim” dengan perang Badar. Dinamakan perang badar dengan yaumun ‘aqiim (hari yang tidak berkelanjutan) karena mereka tidak melihat malam harinya, di mana mereka sudah mati terbunuh sebelum sore hari, ada pula yang berpendapat, karena pada hari itu tidak ada kebaikan sama sekali bagi orang-orang kafir, dan ada yang berpendapat, karena tidak ada hari yang lebih dahsyat daripada hari itu, karena malaikat ikut berperang. Namun yang rajih menurut Ibnu Katsir, bahwa yaumun ‘aqiim adalah hari kiamat meskipun perang Badar termasuk ke dalam hari yang diancamkan, tetapi itu bukan maksudnya. ‘Ikrimah dan Mujahid berkata, “Ia adalah hari kiamat, di mana tidak ada malamnya.”

Sehingga mereka pun menyesal dan berputus asa dari semua kebaikan, dan mereka ingin sekali kalau seandainya mereka beriman kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan mengambil jalannya. Dalam ayat ini terdapat peringatan bagi mereka agar mereka berhenti dari keraguan dan kedustaan mereka.