Kredit barang tanpa riba di SyarQ

Surat Yusuf Ayat 5

قَالَ يَا بُنَيَّ لَا تَقْصُصْ رُؤْيَاكَ عَلَىٰ إِخْوَتِكَ فَيَكِيدُوا لَكَ كَيْدًا ۖ إِنَّ الشَّيْطَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوٌّ مُبِينٌ



Ayahnya berkata: "Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan)mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia".

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin Segera Bisa? Klik disini Sekarang!

(Ayahnya berkata, "Hai anakku! Janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-audaramu, maka mereka membuat makar kepadamu) maksudnya mereka pasti akan membuat tipu muslihat guna membinasakanmu, karena terdorong oleh rasa dengki mereka kepadamu. Tentu mereka menakwilkan impianmu itu, bahwa bintang-bintang itu adalah mereka sendiri dan matahari itu adalah ibumu, sedangkan bulan adalah ayahmu. (Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.") jelas permusuhannya.

Ayahnya berkata, "Hai anakku, jangan kamu ceritakan mimpi itu kepada saudara-saudaramu, sebab akan menimbulkan kedengkian di hati mereka sehingga mereka tergoda oleh setan untuk mengatur siasat mencelakakanmu. Mereka akan membuat tipu daya dan berbuat makar terhadapmu. Sesungguhnya setan adalah musuh manusia yang sangat nyata.

Anda harus untuk dapat menambahkan tafsir

Admin

Submit : 2015-04-01 02:13:31
Link sumber: http://tafsir.web.id/

Nabi Ya'qub 'alaihis salam mengetahui ta’wil mimpi itu, bahwa sebelas bintang itu adalah saudaranya, matahari adalah ibunya, sedangkan bulan adalah bapaknya, dan bahwa keadaan akan berubah sehingga akan membuat semua anggota keluarganya memuliakannya. Ketika ta’wil mimpi itu jelas maksudnya bagi Yusuf, maka bapaknya berkata eperti yang disebutkan di atas.

Karena mereka akan mengetahui takwilnya, bahwa engkau akan berada di atas mereka, akhirnya mereka hasad dan kan membunuhmu.

Ia (setan) tidak pernah berhenti berusaha menggelincirkan kamu di malam maupun siang hari, dan berusaha mencari jalan untuk mencerai-beraikan kamu. Oleh karena itu, menjauhi sebab yang bisa membuat setan menguasai seorang hamba lebih diutamakan. Maka Nabi Yusuf ‘alaihis salam mengikuti saran bapaknya dan tidak memberitahukan kepada saudara-saudaranya.