Kredit barang tanpa riba di SyarQ

Surat Ibrahim Ayat 12

وَمَا لَنَا أَلَّا نَتَوَكَّلَ عَلَى اللَّهِ وَقَدْ هَدَانَا سُبُلَنَا ۚ وَلَنَصْبِرَنَّ عَلَىٰ مَا آذَيْتُمُونَا ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُتَوَكِّلُونَ



Mengapa kami tidak akan bertawakkal kepada Allah padahal Dia telah menunjukkan jalan kepada kami, dan kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan-gangguan yang kamu lakukan kepada kami. Dan hanya kepada Allah saja orang-orang yang bertawakkal itu, berserah diri".

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin Segera Bisa? Klik disini Sekarang!

("Mengapa kami) huruf allaa asalnya adalah gabungan daripada an dan laa (tidak bertawakal kepada Allah) artinya tidak ada yang melarang kami untuk melakukan hal tersebut (padahal Dia telah menunjukkan jalan kepada kami dan kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap perlakuan-perlakuan kalian yang menyakitkan kami) di dalam menghadapi gangguan-gangguan yang kalian lakukan terhadap kami. (Dan hanya kepada Allah saja orang-orang yang bertawakal berserah diri.")

Atas alasan apa kami tidak bertawakal kepada Allah, sedang Dia telah membimbing tiap orang di antara kami semua kepada jalan yang telah ditentukan dan harus dilalui dalam agama? Sungguh kami akan menegaskan sikap berserah diri kami kepada Allah dan betul-betul akan tabah menghadapi penganiayaan yang kalian lakukan kepada kami, berupa sikap keras kepala dan usul untuk mendatangkan mukjizat. Hanya kepada Allahlah orang-orang boleh berserah diri.

Anda harus untuk dapat menambahkan tafsir

Admin

Submit : 2015-04-01 02:13:31
Link sumber: http://tafsir.web.id/

Petunjuk yang diberikan-Nya kepada seseorang menghendaki untuk bertawakkal secara sempurna kepada-Nya. Dalam ayat ini terdapat isyarat dari para rasul ‘alaihimush shalaatu was salam kepada kaum mereka tentang ayat atau mukjizat yang besar, yaitu karena kaum mereka pada umumnya berada dalam kekuasaan, sedangkan rasul dan para pengikutnya dalam keadaan lemah, maka Rasul menantang mereka dengan tawakkalnya kepada Allah dalam menolak makar dan tipu daya mereka dan merasa yakin dengan pencukupan dari-Nya. Oleh karena itu, Allah melindungi rasul-Nya dari kejahatan mereka meskipun mereka berusaha untuk menyingkirkan kebenaran yang dibawa para rasul. Sehingga ayat ini sama seperti ucapan Nuh kepada kaumnya, "Hai kaumku, jika terasa berat bagimu tinggal (bersamaku) dan peringatanku (kepadamu) dengan ayat-ayat Allah, maka kepada Allah-lah aku bertawakal, karena itu bulatkanlah keputusanmu dan (kumpulkanlah) sekutu-sekutumu (untuk membinasakanku). Kemudian janganlah keputusanmu itu dirahasiakan, lalu lakukanlah terhadap diriku, dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku.” (Terj. Nuh: 71)

Mendakwahi dan menasehati kamu meskipun kamu menyakiti kami sambil berharap pahala dari Allah dan tetap berkeinginan baik kepada kamu, mudah-mudahan dengan sering diingatkan, kamu diberi-Nya hidayah

Hal itu, k arena tawakkal kepada Allah merupakan kunci segala kebaikan. Tawakkal para rasul merupakan tawakkal yang sempurna, karena tawakkal dalam menegakkan agama-Nya dan menunjuki hamba-hamba-Nya serta menyingkirkan kesesatan dari mereka.