Surat An-Nahl Ayat 8

وَالْخَيْلَ وَالْبِغَالَ وَالْحَمِيرَ لِتَرْكَبُوهَا وَزِينَةً ۚ وَيَخْلُقُ مَا لَا تَعْلَمُونَ



dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya.

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin Segera Bisa? Klik disini Sekarang!

(Dan) Dia telah menciptakan (kuda, bighal dan keledai agar kalian menungganginya dan menjadikannya sebagai perhiasan) lafal ziinatan menjadi maf`ul lah. Disebutkannya kedua `illat itu, yaitu untuk ditunggangi dan dianggap sebagai perhiasan hal ini sama sekali tidak bertentangan dengan manfaat lain yang ada padanya. Seperti halnya pada kuda, selain dapat ditunggangi dan dijadikan perhiasan dagingnya dapat dimakan, hal ini telah ditetapkan berdasarkan hadis kitab Sahih Bukhari dan Muslim. (Dan Allah menciptakan apa yang kalian tidak mengetahuinya) berupa hal-hal yang aneh dan menakjubkan.

Dia telah menciptakan kuda, baghal (peranakan kuda dan keledai) dan keledai untuk menjadi kendaraan kalian dan hiasan yang menyenangkan hati kalian. Allah akan menciptakan sarana transportasi yang tidak kalian ketahui dari segala apa yang ditundukkan Allah untuk manusia jika kalian mau berpikir dan mengerahkan segala potensi yang ada.

Anda harus untuk dapat menambahkan tafsir

Admin

Submit : 2015-04-01 02:13:31
Link sumber: http://tafsir.web.id/

Bagal yaitu anak dari perkawinan kuda dengan keledai.

Tidak disebutkan “untuk dimakan” karena bagal dan keledai negeri haram dimakan, adapun kuda diizinkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam untuk dimakan.

Berupa menciptakan sesuatu yang menarik dan ajaib. Tidak disebutkan contohnya oleh Allah Subhaanahu wa Ta'aala, karena Dia tidaklah menyebutkan di dalam kitab-Nya selain sesuatu yang diketahui hamba-hamba-Nya atau yang serupa dengannya, karena jika tidak begitu hamba-hamba-Nya tidak akan tahu dan tidak akan memahami maksudnya, Dia menyebutkan asal (dasar) yang mencakup apa yang mereka ketahui dan yang tidak mereka ketahui. Misalnya menyebutkan kenikmatan surga, disebutkan di antaranya yang kita ketahui dan yang kita saksikan persamaannya, seperti pohon kurma, anggur dan delima, sedangkan yang tidak kita ketahui, Dia menyebutkan secara garis besar, seperti dalam firman-Nya, “Di dalam kedua surga itu terdapat aneka buah-buahan yang berpasang-pasangan.” (terj. Ar Rahman: 52)