Kredit barang tanpa riba di SyarQ

Surat Al-Isra' Ayat 79

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا



Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin Segera Bisa? Klik disini Sekarang!

(Dan pada sebagian malam hari bertahajudlah kamu) salatlah (dengan membacanya) yakni Alquran (sebagai suatu ibadah tambahan bagimu) sebagai amal fardu tambahan bagimu secara khusus bukan bagi umatmu, atau sebagai tambahan di samping salat-salat fardu (mudah-mudahan mengangkatmu) mendudukanmu (Rabbmu) di akhirat kelak (pada tempat yang terpuji) di mana semua orang yang terdahulu hingga orang yang kemudian memujimu karena kamu menduduki tempat tersebut; yaitu kedudukan memberi syafaat pada hari diputuskan-Nya segala perkara. Ayat berikut diturunkan sewaktu Allah memerintahkan Nabi saw. untuk melakukan hijrah.

Bangunlah pada sebagian malam dan laksanakanlah salat tahajud sebagai ibadah tambahan atas salat lima waktu yang telah kamu laksanakan, dengan harapan agar Allah menempatkan kamu di hari kiamat pada tempat yang dipuji semua makhluk.

Anda harus untuk dapat menambahkan tafsir

Admin

Submit : 2015-04-01 02:13:31
Link sumber: http://tafsir.web.id/

Ada yang menafsirkan dengan, “Sebagai kewajiban tambahan bagimu tidak umatmu” atau “Sebagai keutamaan di atas shalat fardhu.” Ada pula yang menafsirkan, agar shalat malam itu menambah kedudukanmu, meninggikan derajatmu, berbeda dengan selainmu, maka shalat itu sebagai penebus kesalahannya.

Yakni tempat yang dipuji oleh orang-orang terdahulu dan yang datang kemudian, yaitu tempat di mana Beliau melakukan syafa’at agar urusan manusia diselesaikan. Ketika itu manusia mencari orang yang mau memberikan syafa’at untuk mereka, mereka mendatangi Adam, lalu Nuh, Ibrahim, Musa, kemudian Isa, namun mereka tidak bisa dan mengemukakan alasannya, sehingga akhirnya mereka mendatangi Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam untuk berbicara kepada Allah agar Allah merahmati mereka di padang mahsyar yang ketika itu matahari didekatkan satu mil sehingga keringat manusia berkucuran.