Ingin Punya Al-Qur'an dengan NAMA ANDA Terukir di Covernya?

Surat Al-Anbiya Ayat 80

وَعَلَّمْنَاهُ صَنْعَةَ لَبُوسٍ لَكُمْ لِتُحْصِنَكُمْ مِنْ بَأْسِكُمْ ۖ فَهَلْ أَنْتُمْ شَاكِرُونَ



Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah).

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin Segera Bisa? Klik disini Sekarang!

(Dan Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi) yaitu baju yang terbuat dari besi, dialah orang pertama yang menciptakannya dan sebelumnya hanyalah berupa lempengan-lempengan besi saja (untuk kalian) yakni untuk segolongan manusia (guna melindungi diri kalian) jika dibaca Linuhshinakum, maka Dhamirnya kembali kepada Allah, maksudnya, supaya Kami melindungi kalian. Dan jika ia dibaca Lituhshinahum, maka Dhamirnya kembali kepada baju besi, maksudnya, supaya baju besi itu melindungi diri kalian. Jika dibaca Liyuhshinakum, maka Dhamirnya kembali kepada Nabi Daud, maksudnya, supaya dia melindungi kalian (dalam peperangan kalian) melawan musuh-musuh kalian. (Maka hendaklah kalian) hai penduduk Mekah (bersyukur) atas nikmat karunia-Ku itu, yaitu dengan percaya kepada Rasulullah. Maksudnya bersyukurlah kalian atas hal tersebut kepada-Ku.

Dâwûd juga Kami ajari cara menganyam baju besi untuk kalian pergunakan sebagai pelindung dari serangan keras bila terjadi perselisihan antara kelompok kalian dengan yang lain.

Anda harus untuk dapat menambahkan tafsir

Admin

Submit : 2015-04-01 02:13:31
Link sumber: http://tafsir.web.id/

Nabi Dawud ‘alaihis salam adalah orang pertama yang membuat baju besi dan mengajarkannya, di mana sebelumnya hanya sebagai lempengan-lempengan. Pengajaran Allah kepada Dawud tentang cara membuat baju besi dan pelunakannya menurut para mufassir adalah perkara yang berada di luar kebiasaan manusia karena sebagaimana dikatakan mereka, Allah melunakkan besi untuknya, sehingga Beliau mengolahnya seperti tepung dan tanah tanpa perlu dileburkan ke dalam api. Alasan mereka adalah firman Allah Ta’ala, :Wa alannaa lahul hadiid” (Dan Kami lunakkan besi untuknya), namun menurut Syaikh As Sa’diy, bahwa pelunakkan di sini tidak berarti tanpa sebab. Oleh karena itu, menurutnya, bahwa Allah mengajarkan kepada Dawud secara adat kebiasaan, yakni dengan mengajarkan sebab-sebab yang dapat meleburkannya, wallahu a’lam.

Wahai penduduk Mekah.

Yakni dengan membenarkan rasul-Ku.