Kredit barang tanpa riba di SyarQ

Surat Al-Mu’minun Ayat 83

لَقَدْ وُعِدْنَا نَحْنُ وَآبَاؤُنَا هَٰذَا مِنْ قَبْلُ إِنْ هَٰذَا إِلَّا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ



Sesungguhnya kami dan bapak-bapak kami telah diberi ancaman (dengan) ini dahulu, ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu kala!".

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin Segera Bisa? Klik disini Sekarang!

(Sesungguhnya kami dan bapak-bapak kami telah diberi ancaman dengan ini) yaitu dengan masalah akan dibangkitkan menjadi hidup kembali sesudah mati (dahulu, tiada lain) tidak lain (ia hanyalah dongengan-dongengan) kebohongan-kebohongan (orang-orang dahulu kala") wazan lafal Asaathiir sama dengan lafal Al Adhaahiik dan Al-A`aajiib, adalah bentuk jamak dari lafal Usthuurah artinya dongengan atau fiksi.

"Kami dan nenek moyang kami," kata mereka melanjutkan, "dijanjikan dengan janji yang sama. Padahal janji itu hanyalah mitos dan dongeng orang terdahulu belaka."

Anda harus untuk dapat menambahkan tafsir

Admin

Submit : 2015-04-01 02:13:31
Link sumber: http://tafsir.web.id/

Maksudnya, kebangkitan setelah mati.

Maksudnya diancam dengan hari berbangkit.

Sungguh keji sekali ucapan mereka ini, tidakkah mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya yang lebih besar dari peristiwa kebangkitan itu sendiri; penciptaan langit dan bumi jelas lebih besar dari penciptaan manusia, penciptaan mereka pertama kali, dan bumi yang sebelumnya mati kemudian hidup setelah diturunkan-Nya air, dan lain-lain. Ini semua merupakan bukti nyata bahwa Dia mampu membangkitkan manusia setelah mati.