Kredit barang tanpa riba di SyarQ

Surat Al-Furqan Ayat 25

وَيَوْمَ تَشَقَّقُ السَّمَاءُ بِالْغَمَامِ وَنُزِّلَ الْمَلَائِكَةُ تَنْزِيلًا



Dan (ingatlah) hari (ketika) langit pecah belah mengeluarkan kabut putih dan diturunkanlah malaikat bergelombang-gelombang.

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin Segera Bisa? Klik disini Sekarang!

(Dan ingatlah di hari ketika langit pecah) yaitu semua langit (mengeluarkan kabut) seraya mengeluarkan kabut yang berwarna putih (dan diturunkan Malaikat) dari setiap lapisan langit (bergelombang-gelombang) pada hari kiamat itu. Dinashabkannya lafal Yauma karena pada sebelumnya diperkirakan ada lafal Udzkur. Menurut qiraat yang lain lafal Tasyaqqaqu dibaca Tasysyaqqaqu dengan ditasydidkannya huruf Syin yang diambil dari asal kata Tatasyaqqaqu. Kemudian huruf Ta yang kedua diganti menjadi Syin lalu diidgamkan kepada Syin yang kedua sehingga menjadi Tasysyaqqaqu. Sedangkan menurut qiraat yang lainnya lagi lafal Nuzzila dibaca Nunzilu dan lafal Al Malaaikatu dibaca Al Malaaikata, sehingga bacaan lengkapnya menurut qiraat ini menjadi Nunzilul Malaaikata, artinya, Kami menurunkan Malaikat-malaikat.

Ingatlah, wahai Nabi, hari ketika langit pecah dan terbuka. Kemudian dari celah-celahnya keluar kabut putih dan secara pasti malaikat turun.

Anda harus untuk dapat menambahkan tafsir

Admin

Submit : 2015-04-01 02:13:32
Link sumber: http://tafsir.web.id/

Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitakan tentang dahsyatnya hari Kiamat, derita dan hal yang menegangkan hati ketika itu.

Awan ini adalah awan yang Allah turun di situ (lihat tafsir As Sa’diy), Dia turun dari atas langit lalu langit terbelah dan para malaikat dari setiap langit turun bergelombang, lalu mereka berdiri berbaris-baris mengelilingi makhluk, wallahu a’lam. Ibnu Katsir berkata, “Allah Subhaanahu wa Ta'aala memberitahukan tentang kedahsyatan hari Kiamat dan perkara-perkara dahsyat yang terjadi di sana, di antaranya terbelahnya langit dan terpecahnya serta mengeluarkan awan, yakni naungan cahaya yang besar yang menyilaukan penglihatan, turunnya malaikat dari langit-langit pada hari itu, lalu mengepung makhluk di padang mahsyar, kemudian Allah Tabaaraka wa Ta'aala datang untuk memberikan keputusan. Mujahid berkata, “Hal ini sama seperti firman Allah Ta’ala, “Tidak ada yang mereka nanti-nantikan melainkan datangnya Allah dan Malaikat (pada hari kiamat) dalam naungan awan…dst.” (Terj. Al Baqarah: 210)

Malaikat karena jumlahnya yang banyak dan kuatnya mereka, mereka turun mengelilingi makhluk sambil tunduk kepada perintah Tuhan mereka. Ketika itu, tidak ada seorang pun yang berani berbicara kecuali dengan izin Allah, lalu bagaimana menurutmu tentang manusia yang lemah, khususnya mereka yang berani berhadapan dengan Tuhan mereka dengan perkara-perkara besar yang menunjukkan beraninya mereka terhadap Allah, yang mengerjakan perbuatan yang mendatangkan kemurkaan-Nya, mengerjakan dosa dan tidak bertobat daripadanya. Ketika itulah, Allah Yang Maha Pengasih memberikan keputusan yang tidak ada kezaliman meskipun seberat dzarrah (debu). Oleh karena itulah hari itu adalah hari yang sangat sulit bagi orang-orang kafir, berbeda dengan orang mukmin yang diringankan bebannya.