Ingin Punya Al-Qur'an dengan NAMA ANDA Terukir di Covernya?

Surat As-Sajdah Ayat 16

تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ



Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezeki yang Kami berikan.

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin Segera Bisa? Klik disini Sekarang!

(Lambung mereka jauh) diri mereka jauh (dari tempat tidurnya) dari tempat pembaringannya disebabkan mereka selalu melakukan salat tahajud di malam hari (sedangkan mereka berdoa kepada Rabbnya dengan rasa takut) akan azab-Nya (dan penuh harap) akan rahmat-Nya (dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka) yaitu menyedekahkannya.

Lambung mereka selalu jauh dari tempat tidur untuk berdoa kepada Allah, dengan rasa takut dari murka-Nya dan mengharapkan kasih sayang-Nya. Mereka pun selalu menafkahkan harta yang Kami karuniakan di jalan kebaikan.

Anda harus untuk dapat menambahkan tafsir

Admin

Submit : 2015-04-01 02:13:32
Link sumber: http://tafsir.web.id/

Tirmidzi meriwayatkan dengan sanadnya yang sampai kepada Anas bin Malik, bahwa ayat ini, ”Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya,” turun berkenaan dengan penantian mereka terhadap shalat yang biasa disebut ‘atamah (shalat Isya).” Tirmidzi berkata, “Hadits ini hasan shahih gharib, kami tidak mengetahui kecuali dari jalan ini.” Ibnu Jarir juga menyebutkannya di juz 12 hal. 100, Ibnu Katsir dalam tafsirnya berkata, “Sanadnya jayyid.”

Maksudnya mereka tidak tidur di waktu biasanya orang tidur, untuk mengerjakan shalat Isya atau shalat malam (tahajjud) bermunajat kepada Allah, yang sesungguhnya lebih nikmat dan lebih dicintai mereka.

Untuk meraih maslahat agama maupun dunia, dan terhindar dari bahaya.

Mereka menggabung kedua sifat itu, mereka takut amal mereka tidak diterima, dan berharap sekali agar diterima, mereka takut kepada azab Allah dan berharap sekali pahala-Nya.

Tidak disebukan batasan infak dan orang yang diberi infak untuk menunjukkan keumuman, oleh karenanya masuk ke dalamnya infak yang wajib seperti zakat, kaffarat, menafkahi istri dan kerabat dan berinfak pada jalur-jalur kebaikan. Berinfak dan berbuat ihsan dengan harta adalah baik secara mutlak, akan tetapi pahala tergantung niat dan manfaat yang dihasilkan. Inilah amal orang-orang yang beriman. Adapun balasannya adalah seperti yang disebutkan dalam ayat selanjutnya.