Kredit barang tanpa riba di SyarQ

Surat Saba’ Ayat 6

وَيَرَى الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ الَّذِي أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ هُوَ الْحَقَّ وَيَهْدِي إِلَىٰ صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ



Dan orang-orang yang diberi ilmu (Ahli Kitab) berpendapat bahwa wahyu yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itulah yang benar dan menunjuki (manusia) kepada jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin Segera Bisa? Klik disini Sekarang!

(Dan berpendapat) yakni telah mengetahui (orang-orang yang diberi ilmu) yang dimaksud adalah orang-orang yang beriman dari kalangan ahli kitab, seperti Abdullah bin Salam dan teman-temannya (bahwa wahyu yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu) yakni Alquran (itulah) keputusan (yang benar dan menunjuki manusia kepada jalan) tuntunan (Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji) Allah yang memiliki keperkasaan lagi terpuji.

Orang-orang yang diberi anugerah ilmu dari Allah Swt. akan mengetahui bahwa kitab suci al-Qur'ân yang diturunkan dari sisi Allah kepadamu, Muhammad, yang berisi pokok-pokok kepercayaan dan petunjuk, adalah suatu kebenaran yang tidak perlu diragukan. Kitab itulah yang akan membimbing kalian menuju jalan Allah, Tuhan yang menundukkan segala sesuatu dan yang berhak untuk menerima segala macam puji.

Anda harus untuk dapat menambahkan tafsir

Admin

Submit : 2015-04-01 02:13:32
Link sumber: http://tafsir.web.id/

Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan keingkaran orang-orang yang mengingkari kebangkitan, di mana mereka berpendapat, bahwa apa yang diturunkan kepada rasul-Nya tidak benar, maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan tentang orang-orang yang diberi taufik oleh Allah di antara hamba-hamba-Nya. Mereka inilah Ahli Ilmu. Mereka berpendapat, bahwa apa yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya adalah benar, demikian pula kandungannya, sedangkan yang menyelisihinya dan bertentangan dengannya adalah batil. Pengetahuan mereka telah mencapai derajat yakin. Di samping itu, mereka (Ahli ilmu) juga berpendapat, bahwa perintah dan larangannya menunjukkan kepada jalan Tuhan yang Mahaperkasa lagi Maha Terpuji. Yang demikian adalah karena mereka membenarkannya karena berbagai sisi; sisi pengetahuan mereka tentang benarnya yang memberitakannya, sisi kesesuaiannya dengan kenyataan, sisi kesesuaiannya dengan kitab-kitab terdahulu, sisi berita yang mereka saksikan yang terjadi di hadapan mereka secara langsung, sisi ayat-ayat yang besar yang mereka saksikan yang menunjukkan kebenarannya baik di berbagai ufuk maupun dalam diri mereka sendiri, dan dari sisi kesesuaiannya dengan yang ditunjukkan oleh nama-nama dan sifat-Nya.

Menurut sebagian mufassir, yang dimaksud orang-orang yang diberi ilmu di sini adalah orang-orang yang beriman dari kalangan Ahli Kitab, seperti Abdullah bin Salam dan kawan-kawannya.

Mereka (Ahli Ilmu) juga berpendapat tentang perintah dan larangan, bahwa perintah dan larangannya menunjukkan ke jalan yang lurus, mengandung perintah kepada setiap sifat yang menyucikan jiwa, menumbuhkan pahala, memberi faedah bagi orang yang mengamalkannya dan selainnya, seperti perintah bersikap jujur, ikhlas, berbakti kepada kedua orang tua, menyambung tali silauturrahim, berbuat ihsan kepada semua makhluk, dsb. Demikian pula melarang setiap sifat tercela yang menodai jiwa, menghapuskan pahala, menghendaki dosa, seperti syirk, zina, riba, berlaku zalim terhadap darah, harta dan kehormatan. Ini adalah keutamaan Ahli ilmu dan kelebihannya serta tandanya, di mana setiap kali ilmu seseorang semakin dalam dan selalu membenarkan berita yang dibawa rasul serta semakin dalam pengetahuannya terhadap perintah dan larangan, maka ia termasuk Ahli Ilmu yang Allah jadikan sebagai hujjah terhadap yang dibawa Rasul, di mana Allah menjadikan mereka sebagai hujjah terhadap orang-orang yang mendustakan lagi membangkang sebagaimana dalam ayat ini.