Kredit barang tanpa riba di SyarQ

Surat Saba’ Ayat 8

أَفْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَمْ بِهِ جِنَّةٌ ۗ بَلِ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ فِي الْعَذَابِ وَالضَّلَالِ الْبَعِيدِ



Apakah dia mengada-adakan kebohongan terhadap Allah ataukah ada padanya penyakit gila?" (Tidak), tetapi orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat berada dalam siksaan dan kesesatan yang jauh.

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin Segera Bisa? Klik disini Sekarang!

(Apakah dia mengada-adakan) lafal Aftaraa pada asalnya adalah A-iftaraa, kemudian Hamzah Washalnya tidak dibutuhkan lagi karena Hamzah Istifham sudah difathahkan, sehingga menjadi Aftaraa (kebohongan terhadap Allah) dalam hal tersebut (ataukah ada padanya penyakit gila?) yakni gangguan pada otaknya hingga ia mengkhayal yang bukan-bukan. Maka, Allah berfirman menyanggah mereka, ("Tidak, tetapi orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat) yang di dalamnya terdapat hari berbangkit dan azab pembalasan (berada dalam siksaan) di akhirat nanti (dan kesesatan yang jauh.) dari kebenaran dalam kehidupan dunia.

Orang itu membuat-buat kebohongan dengan mengatakan bahwa Allah kelak akan membangkitkan kembali semua makhluk yang telah mati. Jika tidak, bukankah ia telah menjadi orang gila yang mengatakan sesuatu di luar kesadaran?" Persoalannya tidaklah seperti yang mereka tuduhkan. Akan tetapi sebenarnya orang-orang yang tidak beriman pada hari akhir akan terjerumus ke dalam siksa dan terperangkap dalam jurang kesesatan yang teramat jauh dari kebenaran.

Anda harus untuk dapat menambahkan tafsir

Admin

Submit : 2015-04-01 02:13:32
Link sumber: http://tafsir.web.id/

Semua ini sebenarnya karena pembangkangan dan kezaliman mereka. Sesungguhnya mereka mengetahui, bahwa Beliau adalah manusia yang paling benar dan paling berakal. Termasuk hal yang menunjukkan bahwa mereka tahu tentang kebenaran Beliau adalah bahwa mereka menampakkan permusahan dengan Beliau, mereka korbankan diri dan harta untuk menghalangi manusia dari Beliau. Jika seandainya Beliau adalah seorang pendusta atau orang gila tentu mereka tidak patut mendengarnya dan tidak akan mempedulikan dakwahnya, karena orang gila tidak pantas bagi orang yang berakal memperhatikannya. Kalau bukan karena pembangkangan mereka dan kezalimannya tentu mereka akan segera memenuhi panggilannya dan menyambut dakwahnya, akan tetapi ayat-ayat dan peringatan tidaklah berguna bagi orang-orang yang tidak beriman sebagaimana disebutkan pada lanjutan ayatnya.

Seperti orang-orang yang mengatakan perkataan itu.

Mencakup tidak beriman kepada kebangkitan dan azab pada hari Kiamat.

Yakni dalam kesengsaraan yang besar dan kesesatan yang jauh dari kebenaran ketika di dunia. Padahal kesengsaraan dan kesesatan apa yang lebih besar daripada pengingkaran mereka kepada kekuasaan Allah dalam hal membangkitkan, demikian pula sikap mereka mendustakan Rasul-Nya, mengolok-oloknya dan memastikan bahwa yang mereka pegang adalah hak sedangkan yang Rasul-Nya bawa menurut mereka adalah batil, dan menganggap yang batil dan yang sesat sebagai kebenaran dan petunjuk.