Kredit barang tanpa riba di SyarQ

Surat As-Saffat Ayat 75

وَلَقَدْ نَادَانَا نُوحٌ فَلَنِعْمَ الْمُجِيبُونَ



Sesungguhnya Nuh telah menyeru Kami: maka sesungguhnya sebaik-baik yang memperkenankan (adalah Kami).

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin Segera Bisa? Klik disini Sekarang!

(Sesungguhnya Nuh telah menyeru Kami) melalui doanya, sebagaimana yang disitir oleh ayat lain, yaitu firman-Nya, "Sesungguhnya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu menangkanlah (aku)." (Q.S. Al-Qamar, 10). (maka sesungguhnya sebaik-baik yang memperkenankan) doanya adalah Kami. Maksudnya, Nuh berdoa kepada Allah untuk dimenangkan atas kaumnya, lalu Allah binasakan mereka melalui banjir besar hingga mereka tenggelam semuanya.

Sesungguhnya Nûh memohon kepada Kami ketika telah merasa putus asa menghadapi kaumnya. Sungguh, Kami adalah sebaik-baik yang memperkenankan, karena Kami mengabulkan doanya dan membinasakan kaumnya dengan topan.

Anda harus untuk dapat menambahkan tafsir

Admin

Submit : 2015-04-01 02:13:32
Link sumber: http://tafsir.web.id/

Selanjutnya Allah menyebutkan beberapa contoh kesudahan yang menimpa orang-orang yang mendustakan.

Yaitu dengan doanya, “Ya Rabbi, sesungguhnya aku telah dikalahkan, maka tolonglah aku.” (lihat Al Qamar: 10).

Yakni ia berdoa kepada Kami untuk kebinasaan kaumnya, maka Kami binasakan mereka dengan ditenggelamkan. Lalu Allah memuji Diri-Nya dengan firman-Nya di atas, “Maka sungguh, Kamilah sebaik-baik yang memperkenankan doa.”