Kredit barang tanpa riba di SyarQ

Surat As-Saffat Ayat 88

فَنَظَرَ نَظْرَةً فِي النُّجُومِ



Lalu ia memandang sekali pandang ke bintang-bintang.

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin Segera Bisa? Klik disini Sekarang!

(Lalu ia memandang sekali pandang ke bintang-bintang) untuk mengelabui mereka, bahwasanya dia percaya kepada bintang-bintang itu, supaya mereka tidak menaruh rasa curiga terhadap dirinya.

Ibrâhîm kemudian melemparkan pandangan ke arah bintang-bintang untuk mencari argumentasi adanya Sang Pencipta alam ini. Lalu ia mendapatkan bintang-bintang itu berubah-ubah.

Anda harus untuk dapat menambahkan tafsir

Admin

Submit : 2015-04-01 02:13:32
Link sumber: http://tafsir.web.id/

Kaum Nabi Ibrahim adalah orang-orang yang biasa mempelajari ilmu nujum, maka pada suatu hari mereka keluar mendatangi tempat mereka berhari raya dan meninggalkan makanannya di dekat patung-patung sambil bertabarruk (ngalap berkah) dari patung-patung itu, di mana jika mereka kembali, maka mereka akan makan makanan itu. Ketika mereka hendak keluar, mereka berpapasan dengan Nabi Ibrahim dan berkata kepadanya, “Keluarlah bersama kami.” Lalu Nabi Ibrahim memandang sekilas ke bintang dan berkata, “Sesungguhnya aku sakit,” dengan maksud agar ia tetap di situ untuk melaksanakan rencananya menghancurkan sesembahan mereka. Dalam sebuah hadits yang shahih disebutkan, bahwa Nabi Ibrahim ‘alaihis salam tidaklah berdusta kecuali dalam tiga keadaan; dua di antaranya dilakukan karena Allah ‘Azza wa Jalla, yaitu ucapannya, “Sesungguhnya saya sakit,” ucapannya, “Bahkan patung yang besar inilah yang melakukannya (yang menghancurkannya),” dan ucapannya tentang istrinya, “Sesungguhnya dia saudariku.”