Kredit barang tanpa riba di SyarQ

Surat Al-Qalam Ayat 48

فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تَكُنْ كَصَاحِبِ الْحُوتِ إِذْ نَادَىٰ وَهُوَ مَكْظُومٌ



Maka bersabarlah kamu (hai Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu seperti orang yang berada dalam (perut) ikan ketika ia berdoa sedang ia dalam keadaan marah (kepada kaumnya).

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin Segera Bisa? Klik disini Sekarang!

(Maka bersabarlah kamu terhadap ketetapan Rabbmu) terhadap mereka, sesuai dengan apa yang dikehendaki-Nya (dan janganlah kamu seperti orang yang berada dalam perut ikan paus) dalam hal ketergesa-gesaannya dan ketidaksabarannya, yaitu sebagaimana Nabi Yunus a.s. (ketika ia berdoa) kepada Rabbnya (sedangkan ia dalam keadaan marah) terhadap kaumnya, hatinya penuh dengan kemarahan sewaktu ia berada di dalam perut ikan besar itu.

Bersabarlah atas penangguhan yang diberikan kepada mereka dan penundaan bantuan kemenangan kepadamu. Jangan seperti Yûnus--yang dimakan ikan hiu--yang tidak sabar dan marah kepada kaumnya ketika ia menyeru kepada Tuhan-Nya dalam keadaan marah seraya meminta agar azab mereka disegerakan.

Anda harus untuk dapat menambahkan tafsir

Admin

Submit : 2015-04-01 02:13:32
Link sumber: http://tafsir.web.id/

Baik ketetapan qadari maupun syar’i. Ketetapan qadari adalah menyikapinya dengan sabar, tidak keluh kesah dan marah-marah, sedangkan ketetapan syar’i adalah dengan menerima dan tunduk dengan sempurna.

Dalam hal bosan dan terburu-buru serta tidak sabar terhadap sikap kaumnya, ia pergi meninggalkan kaumnya dalam keadaan marah lalu naik ke perahu, kemudian perahu itu tampak berat hingga hampir tenggelam, maka para penumpang perahu melakukan undian untuk melempar penumpangnya agar perahu tidak tenggelam, ternyata undian jatuh menimpa Yunus, maka Yunus melempar dirinya ke laut dan ia pun ditelan oleh ikan besar. Ketika keadaan seperti itu ia berdoa dalam perut ikan dalam keadaan yang sedih, isi doanya adalah, “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.” Maka Allah mengabulkan doanya, ikan yang menelannya pun memuntahkan Yunus ke tanah yang tandus dalam keadaan sakit, lalu Allah menumbuhkan pohon sejenis labu. Inilah maksud firman Allah Ta’ala, “Sekiranya dia tidak segera mendapat nikmat dari Tuhannya, pastilah dia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela.”