Kredit barang tanpa riba di SyarQ

Surat Al-Qasas Ayat 6

وَنُمَكِّنَ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَنُرِيَ فِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَجُنُودَهُمَا مِنْهُمْ مَا كَانُوا يَحْذَرُونَ



dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi dan akan Kami perlihatkan kepada Fir'aun dan Haman beserta tentaranya apa yang selalu mereka khawatirkan dari mereka itu.

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin Segera Bisa? Klik disini Sekarang!

(Dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi) di negeri Mesir dan negeri Syam (Dan akan Kami perlihatkan kepada Firaun dan Haman beserta tentaranya) menurut qiraat yang lain dibaca Wa Yara Firaunu Wa Hamanu Wa Junuduhuma (apa yang selalu mereka khawatirkan dari mereka itu) tentang bayi yang akan lahir, yang kelak akan melenyapkan kerajaannya.

Mereka Kami tempatkan di bumi yang layak sebagai tempat tinggal. Lalu Kami perlihatkan kepada Fir'aun dan menterinya, Hâmân, dan segenap bala tentaranya sesuatu yang mereka khawatirkan: runtuhnya kekuasaan mereka di tangan seorang pemuda yang lahir dari kalangan Banû Isrâ'îl.

Anda harus untuk dapat menambahkan tafsir

Admin

Submit : 2015-04-01 02:13:32
Link sumber: http://tafsir.web.id/

Di negeri Mesir dan Syam. Ini semua tergantung iradah dan kehendak Allah.

Fir'aun selalu khawatir bahwa kerajaannya akan dihancurkan oleh Bani Israil, oleh karena itulah dia membunuh anak laki-laki yang lahir dari kalangan Bani Israil. Ayat ini menyatakan bahwa akan terjadi apa yang dikhawatirkannya itu. Allah Subhaanahu wa Ta'aala apabila menginginkan sesuatu, maka Dia memudahkan sebab-sebabnya dan menyiapkan jalannya, demikian pula dalam masalah ini. Dia telah menakdirkan dan menjalankan sebab-sebabnya yang tidak diketahui oleh wali-wali-Nya dan musuh-musuh-Nya, di mana sebab tersebut dapat mencapai kepada maksud yang dikehendaki Allah Subhaanahu wa Ta'aala. Awal sebab yang dimunculkan Allah adalah Dia mengadakan Rasul-Nya Musa ‘alaihis salam, yang Dia jadikan sebagai orang yang akan menyelamatkan Bani Israil ini melalui tangannya dan dengan sebabnya, di mana ketika itu sedang terjadi peristiwa yang mengerikan, yaitu penyembelihan terhadap anak laki-laki yang lahir. Allah mengilhamkan kepada ibu Nabi Musa agar menyusuinya dan tetap bersamanya. Jika ia khawatir terhadap anaknya, maka Allah mengilhamkan agar ia memasukkan bayinya ke dalam peti lalu menghanyutkannya ke sungai Nil.