Kredit barang tanpa riba di SyarQ

Surat Ta Ha Ayat 132

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ



Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.

Anda belum mahir membaca Qur'an? Ingin Segera Bisa? Klik disini Sekarang!

(Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu) teguh dan sabarlah kamu (dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta kepadamu) tidak membebankan kepadamu (rezeki) untuk dirimu dan tidak pula untuk orang lain (Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat yang baik itu) yakni pahala surga (hanyalah bagi ketakwaan) bagi orang yang bertakwa.

Perintahkanlah keluargamu agar selalu mengerjakan salat pada waktunya, sebab salat merupakan tali penghubung paling kuat antara mereka dengan Allah. Kerjakanlah selalu salat itu dengan sempurna. Kami tidak membebanimu untuk menanggung rezeki bagi dirimu. Kamilah yang menjamin rezekimu. Sesungguhnya akibat yang baik, di dunia dan di akhirat, diberikan kepada orang-orang yang baik dan bertakwa.

Anda harus untuk dapat menambahkan tafsir

Admin

Submit : 2015-04-01 02:13:31
Link sumber: http://tafsir.web.id/

Yang fardhu maupun yang sunat. Perintah kepada sesuatu, berarti perintah pula kepada semua yang menjadikan shalat sempurna. Termasuk juga perintah mengajarkan mereka (keluarga) tentang shalat, seperti yang wajib dalam shalat dan yang sunahnya, demikian pula yang membatalkan shalat dan yang makruh dalam shalat.

Dengan menegakkannya, mengerjakan rukun-rukun, adab-adab dan khusyu’nya. Hal ini memang berat bagi jiwa, akan tetapi perlu dipaksa dan dikerahkan kemampuan sehingga terbiasa. Yang demikian karena apabila seseorang sudah mengerjakan shalat sesuai yang diperintahkan dan menjaganya, maka terhadap perintah-perintah agama yang lain, maka dia akan mampu menjaganya. Sebaliknya, jika shalatnya tidak diperhatikan bahkan ditinggalkan, maka perintah-perintah agama yang lain tentu akan ditinggalkan. Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala menjamin tentang masalah rezeki, yakni janganlah hal itu terlalu dipikirkan sampai kurang memberikan perhatian terhadap perintah-perintah agama.

Yakni Kami tidak membebanimu agar engkau memberikan rezeki untuk dirimu dan untuk selainmu.

Jika semua makhluk sudah ditanggung rezekinya, maka bagaimana dengan orang yang menegakkan perintah-perintah-Nya dan sibuk mengingat-Nya? Tentu Dia akan lebih menanggungnya. Rasulullah shallalllahu 'alaihi wa sallam bersabda:

Baik di dunia dan di akhirat.

Rezeki Allah merata ke semua orang, baik yang bertakwa maupun yang tidak, oleh karena itu, perlu lebih memperhatikan sesuatu yang mendatangkan kebahagiaan abadi, yaitu takwa.